NADIKABAR.COM — Indonesia memangkas besaran ekspor gas ke Singapura sejak Sabtu (24/10). Pengurangan ini berasal dari Natuna sebesar 15 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) dan Sumatera sebesar 16. BBTUD. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Migas Djoko Siswanto. Dirinya menyebut jika pengurangan ini hanya diterapkan pada Singapura saja.
"Nggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura aja," terang Djoko.
Seperti ditulis NadiKabar, kebijakan ini berkaitan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang membuka opsi setop ekspor gas ke negara tetangga. Langkah ini menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait mode bertahan alias survival mode.
Survival mode ini kemudian diterjemahkan oleh Bahlil sebagai usaha negara untuk menjaga kebutuhan BBM dalam negeri. Dengan demikian, langkah ini merupakan bentuk pemerintah untuk menjaga kebutuhan masyarakat.
"Jadi kalau negara-negara lain mau pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena kan harus survival kan, harus memenuhi dulu kebutuhan dalam negeri ya," ungkap Bahlil, dikutip dari NadiKabar Sabtu (24/10).