Menanggapi langkah tersebut, Singapura meminta Indonesia untuk menjaga kontrak komersial yang sebelumnya telah disetujui. Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, seperti ditulis CNA, menyebut jika seluruh pihak perlu menepati komitmen yang seharusnya berakhir pada 2028 mendatang.
"Kemarin, Indonesia mengumumkan pemangkasan ekspor gasnya ke Singapura. Pasokan gas tersebut dilindungi oleh kontrak komersial. Kami berharap semua pihak menepati komitmen mereka," ujar Wong dikutip NadiKabar, Minggu (25/10).
Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) menyatakan pengurangan tersebut tidak sampai 2% dari total kebutuhan gas harian. Menurut EMA, keputusan tersebut hanya berdampak kecil terhadap pasokan gas bagi Singapura.
Berkaitan dengan langkah ini, seberapa mendesak sebenarnya kebutuhan tersebut, dan apakah pengurangan ekspor ini cukup signifikan untuk menyelesaikannya? Simak ulasannya bersama Pakar EkonomI Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi.
Menuju berita daerah, Kabar Sore akan bergabung bersama detikKalimantan untuk mengulas praktik penipuan yang dilakukan oleh seorang pria di Palangka Raya. Pria berinisial AS (24) diduga mengelabui masyarakat dan sejumlah pemilik toko dengan modus penggalangan dana penanganan Karhutla di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.