NADIKABAR.COM — Harapan dan kecemasan masih menyelimuti keluarga Yaya, warga Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Hingga Selasa (15/9/2026), keluarga belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan Yaya setelah kapal motor Virgo Transport 8 yang ditumpanginya karam di Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari.
Yaya diketahui berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026). Ia hendak menuju Kalimantan untuk bekerja setelah mendapat ajakan dari salah seorang kerabat.
Kepergian Yaya ke Kalimantan awalnya tidak menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga. Sebagai seorang pekerja yang sudah terbiasa merantau untuk bekerja bukan hal baru baginya.
Namun, kabar mengenai karamnya kapal Virgo Transport 8 membuat keluarga panik. Terlebih, sejak keberangkatannya, komunikasi Yaya dengan keluarga semakin jarang.
Anak pertama Yaya, Siti Hana Sulastri (33), mengatakan keluarga sebelumnya tidak mengetahui secara pasti kapal yang digunakan ayahnya. Mereka kemudian berusaha mencari informasi setelah mendengar kabar mengenai kapal yang karam tersebut.
"Kami awalnya tidak tahu bapak naik kapal apa. Setelah ada kabar kapal Virgo karam, kami mencari tahu dan menemukan data manifest kapal," ujarnya.
Dari penelusuran tersebut, nama Yaya tercatat dalam manifest penumpang kapal Virgo Transport 8. Sejak saat itu, keluarga terus menunggu kabar mengenai keberadaannya.
Namun hingga kini, telepon maupun komunikasi dengan Yaya belum juga tersambung.
Siti mengatakan, komunikasi terakhir dengan ayahnya berlangsung sebelum keberangkatan. Saat itu, Yaya sempat menyampaikan bahwa dirinya sedang bekerja dan akan menuju Kalimantan.
Bagi keluarga, Yaya bukan sekadar seorang pencari nafkah. Ia dikenal sebagai sosok ayah yang sangat menyayangi keluarganya sekaligus pekerja keras yang tidak mengenal lelah.
Sejak ia duduk di bangku SMP, Yaya sudah terbiasa bekerja merantau keluar daerah. Karena sudah terbiasa bekerja di luar daerah, keluarga pun tidak pernah menyangka perjalanan kali ini justru berujung pada musibah.
Siti mengaku ayahnya tidak pernah menyampaikan firasat atau pesan khusus sebelum berangkat.
"Beliau memang sudah biasa bekerja di luar daerah. Tidak ada firasat apa-apa. Makanya sekarang kami hanya bisa berharap beliau ditemukan dalam keadaan selamat," katanya.
Keluarga Yaya kini berada dalam situasi penuh ketidakpastian. Mereka masih berharap operasi pencarian dan pertolongan dapat menemukan Yaya bersama korban lainnya.
Siti mengaku telah menghubungi pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Ia juga masuk dalam grup keluarga korban yang masih dinyatakan belum ditemukan.
Meski demikian, hingga hari ini, keluarga mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai keberadaan Yaya.
"Kami berharap ada kepastian. Kalau memang masih dalam pencarian, kami ingin pencarian dilakukan semaksimal mungkin. Kami ingin mendapatkan kabar terbaik untuk keluarga," tutur Siti.
Harapan itu terus dijaga keluarga. Selama belum ada kepastian mengenai keberadaan Yaya, keluarga memilih untuk tetap meyakini bahwa dirinya masih bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Kabar mengenai Yaya juga telah diterima Pemerintah Desa Sigong. Kepala Desa Sigong, Sumarsono mengatakan pihak desa pertama kali mendapat informasi dari salah seorang warga yang datang ke kantor desa dan menyampaikan bahwa terdapat anggota keluarganya yang diduga menjadi penumpang kapal Virgo Transport 8.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, pemerintah desa langsung berupaya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan informasi tersebut.
"Kami mendapat kabar dari masyarakat bahwa ada salah satu warga kami yang diduga ada di kapal Virgo. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dan mencari informasi terkait," katanya.
Menurutnya, pemerintah desa hingga kini masih intens berkomunikasi untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai pencarian korban.
Pihak keluarga juga telah mengirimkan perwakilan untuk memantau perkembangan pencarian secara langsung.
Sumarsono mengatakan Yaya diketahui berangkat dari Surqbaya menuju Kalimantan. Sementara laporan mengenai keberadaan Yaya dalam daftar manifest kapal disampaikan pihak keluarga kepada pemerintah desa pada Senin.
Pemdes Sigong, lanjutnya, akan terus mendampingi keluarga selama proses pencarian berlangsung.
"Kami terus mendampingi keluarga. Selama belum ditemukan, kami tetap berharap korban masih ada dan bisa ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.
Pemerintah desa juga berencana mengirimkan perwakilan menuju Jakarta untuk membantu memantau perkembangan pencarian sekaligus mendampingi pihak keluarga.
Mendengar kabar tersebut, Bupati Cirebon, Imron langsung menyampaikan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan di Desa Sigong.
Oleh karena itu, ia meminta kepada dinas teknis terkait untuk bergerak cepat dengan mengambil sejumlah langkah strategis.
Imron menyatakan agar BPBD langsung berkomunikasi secara langsung dengan pihak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna mengoptimalkan serta memastikan operasi pencarian korban berjalan maksimal.
"Saya memerintahkan kepada dinas teknis terkait untuk segera turun tangan mendatangi kediaman keluarga korban guna memberikan pendukung moril sekaligus memantau penanganan proses pencarian," ucapnya kepada NadiKabar.
Imron juga meminta kepada Camat Lemahabang agar proaktif berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan keluarga korban selalu mendapatkan informasi yang transparan dan akurat selama proses pencarian berlangsung.
"Camat sebagai kepanjangan tangan saya di wilayah harus segera tanggap dan melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan semuanya terpantau dengan baik," terangnya.