NADIKABAR.COM — Tanah Kalimantan Timur (Kaltim) menyimpan kekayaan alam berupa batu bara yang selama puluhan tahun menjadi sumber energi dan penopang utama perekonomian daerah.

Ketika kuota produksi batu bara mengalami penyesuaian pada 2026, dampaknya tidak dirasakan secara merata. Di daerah yang perekonomiannya bergantung pada pertambangan, perubahan produksi turut memengaruhi pendapatan pemerintah daerah, kesempatan kerja, hingga aktivitas usaha masyarakat.

Kondisi tersebut tergambar dalam hasil riset Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kaltim yang mengkaji dampak penyesuaian produksi batu bara terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.