Fadli menyampaikan Kementerian Kebudayaan akan merancang dan merencanakan upaya pemugaran candi dengan baik. Upaya ini tidak hanya melalui perbaikan fisik, tetapi juga disertai dengan sistem perlindungan material yang sesuai dengan kondisi lingkungan situs.

Penanganan tersebut mencakup pengaturan tata air, pengendalian kelembapan, serta kajian stabilisasi kimiawi material untuk mengatasi dampak penggaraman dan memperlambat proses pelapukan.

Selain kerusakan material bangunan, peninjauan juga menemukan indikasi adanya struktur percandian di luar pagar utama kawasan yang saat ini dikelola.

Saat ini, kompleks Candi Muara Takus yang terlihat dan dikelola terdiri atas empat candi. Namun, temuan arkeologis mengindikasikan kemungkinan adanya struktur tambahan hingga sekitar 100 meter di luar pagar utama.

"Kompleks ini semestinya memiliki cakupan yang lebih besar daripada yang ditemukan sekarang, yakni terdiri atas empat candi. Mungkin terdapat candi-candi lain. Berdasarkan penelitian, pada jarak sekitar 100 meter di luar pagar juga ditemukan candi lain yang lokasinya sekarang menjadi kebun. Area ini nantinya akan kita coba ekskavasi sehingga mungkin dapat ditemukan struktur-struktur lainnya," jelasnya.

Sebagai upaya tindak lanjut, tim akan menyiapkan langkah ekskavasi di area terindikasi struktur tersebut untuk mengonfirmasi keberadaan objek yang terpendam, persebarannya, serta memetakan cakupan kompleks percandian secara lebih menyeluruh.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi penentuan batas kawasan, strategi pelindungan, dan perencanaan pengembangan situs di masa mendatang.