NADIKABAR.COM — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau langsung situs Candi Muara Takus di Provinsi Riau yang menjadi peninggalan warisan budaya dan cagar budaya nasional. Tinjauan itu dilakukan dalam rangka percepatan revitalisasi.

Fadli meninjau keseluruhan bangunan dan berdialog dengan para arkeolog guna mengetahui kondisi kompleks candi yang dibangun pada rentang abad ke-8 hingga abad ke-11 Masehi tersebut.

Bangunan Candi Muara Takus tersusun dari kombinasi bata merah dan batu paras. Hasil peninjauan menunjukkan kedua material tersebut mengalami degradasi akibat pelapukan, pertumbuhan lumut, kelembapan, dan penggaraman.

Kondisi tersebut menyebabkan material bangunan menjadi rapuh dan memerlukan penanganan konservasi yang sesuai dengan karakteristik bahan penyusunnya.

"Kompleks ini pernah dipugar pada tahun 1978 hingga 1987. Sejak pemugaran tersebut hingga sekarang, belum ada pemugaran lagi. Karena itu, kompleks ini memang memerlukan revitalisasi dan restorasi. Bagian-bagian bangunan ini sudah berlumut dan mengalami pelapukan. Kondisi tersebut menyebabkan materialnya menjadi sangat mudah lapuk," ungkap Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Revitalisasi dan restorasi Candi Muara Takus dinilai penting dilakukan untuk menjaga kelestarian warisan peradaban Buddha yang memiliki nilai sejarah dan arkeologis penting bagi Indonesia.

Upaya ini dilakukan untuk menangani degradasi kondisi material bangunan yang telah berlangsung selama beberapa dekade sekaligus menindaklanjuti indikasi keberadaan struktur cagar budaya di luar kawasan situs.