Berdasarkan kajian historis arkeologis, kompleks Candi Muara Takus menjadi bagian penting dalam kajian sejarah kebudayaan Buddha di Nusantara, termasuk kaitannya dengan perkembangan peradaban Sriwijaya dan jejaring budaya Buddhis di kawasan Asia.
Fadli juga mendorong agar penanganan Candi Muara Takus dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tenaga ahli arkeologi dan konservasi.
Pembahasan lanjutan akan difokuskan pada pendalaman bukti sejarah, keterkaitan temuan Candi Wajra dengan tradisi Buddhis setempat, serta metode konservasi material bata di lingkungan lembap, serta strategi pelindungan kawasan yang melibatkan masyarakat.
Revitalisasi dan penelitian lanjutan Candi Muara Takus diharapkan tidak hanya menyelamatkan struktur bangunan dari kerusakan lebih lanjut, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai sejarah peradaban Buddha dan perkembangan kebudayaan di Nusantara.
Melalui upaya konservasi, ekskavasi, dan penguatan pelindungan kawasan, Candi Muara Takus diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai perjalanan peradaban Indonesia.
Penyelamatan situs ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan dalam pelestarian cagar budaya agar warisan sejarah tidak hanya bertahan secara fisik, tetapi juga terus memberikan makna bagi identitas, pendidikan, dan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan peradaban bangsa.