"Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman," tutur Budi.
Budi menyampaikan pihaknya telah mengirim pasokan cabai 7 ton dari Jawa Timur ke Halmahera sebagai langkah menstabilkan harga. Upaya serupa juga dilakukan untuk komoditas telur ayam ras.
"Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah," ujarnya.
"Apalagi telur ini sekarang kan harga rerata nasional itu Rp 26.400 per kg, harga acuan kan Rp 30.000, artinya sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah, itu naik sehingga kita akan kirim ke daerah-daerah yang harganya lebih tinggi sehingga harga menjadi stabil," tambahnya.