Para pelaku usaha dapat mempresentasikan produk mereka kepada perwakilan perdagangan setelah mendaftar sebagai peserta TEI. Tahap ini krusial untuk mengidentifikasi pembeli yang paling sesuai dengan kapasitas produksi perusahaan.
"Kalau ada yang belum jelas, Bapak dan Ibu bisa presentasi dulu kepada atase perdagangan dan ITPC. Jadi, ketika bertemu di pameran, pembahasannya sudah lebih konkret dan peluang transaksi semakin besar," kata Busan kepada para peserta CEO Gathering.
Pendekatan ini terbukti sangat efektif pada penyelenggaraan TEI edisi sebelumnya. Tercatat 137 dokumen kontrak dagang senilai USD 9,8 miliar berhasil ditandatangani pada hari pertama pameran. Angka ini menegaskan pentingnya mempertemukan pelaku usaha dengan buyer sedini mungkin.
Fasilitasi kementerian dipastikan tidak berhenti sekadar pada tahap penandatanganan kontrak dagang. Para perwakilan akan terus memonitor realisasi dan membantu penyelesaian kendala di negara tujuan ekspor.
"Setelah kontrak ditandatangani, bisa saja ada masalah teknis atau aturan baru di negara tujuan. Di situlah perwakilan perdagangan mempunyai tanggung jawab untuk memfasilitasi penyelesaian kendalanya," tegas Busan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyebut acara ini diikuti 106 perusahaan anggota HIMKI. Kegiatan ini menjadi rangkaian persiapan strategis yang berkelanjutan menjelang TEI.