"Melalui kegiatan strategis ini, kami berharap perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia dapat memanfaatkan TEI secara optimal sebagai sarana promosi utama di hadapan buyer internasional," ujar Puntodewi.

Agenda ini turut diwarnai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis promosi internasional industri furnitur dan home decor. Kesepakatan ini dijalin tim redaksi Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dengan PT Debindomulti Adhiswasti. Ketua HIMKI Abdul Sobur sangat mengapresiasi pemilihan Kota Surakarta sebagai lokasi kegiatan.

Surakarta dinilai memiliki ekosistem industri kuat yang terhubung erat dengan sentra produksi kerajinan di wilayah sekitarnya. Kekayaan ragam material industri Indonesia diyakini mampu meningkatkan kontribusi ekspor furnitur secara signifikan jika dikelola optimal.

Peserta CEO Gathering dari CV Karya Indoprima, Hendra Sasmita, turut membagikan pengalaman positif usahanya. Ia mengaku sukses menggaet rentetan pembeli dari Amerika Latin pada perhelatan TEI sebelumnya.

"Harapan kami pada TEI 2026, adanya hall khusus untuk furnitur di Hall 9 dan 10 tahun ini akan lebih banyak menarik buyer yang mencari furnitur Indonesia," harap Hendra.

Sementara itu, Fauzan dari Kriya Nusantara tampak antusias menyambut keikutsertaan perdananya di ajang ini. Ia sangat berharap pameran TEI 2026 mampu membuka jalan baru untuk memperluas pasar global bagi perusahaannya.