NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mendorong percepatan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) untuk memastikan kelancaran akses pasar Indonesia ke Uni Eropa menjelang berakhirnya fasilitas EU Standard Generalised Scheme of Preferences (GSP) pada 2027.

Budi meminta dukungan Menteri Delegasi Perdagangan Luar Negeri dan Daya Tarik Ekonomi Prancis Nicolas Forissier agar proses penandatanganan I-EU CEPA dapat berjalan lancar dan perjanjian tersebut mulai berlaku pada awal 2027.

"Indonesia mengharapkan dukungan Prancis di Dewan Uni Eropa agar proses menuju penandatanganan I-EU CEPA berjalan lancar. Secara paralel, Indonesia juga terus memajukan proses di dalam negeri dengan target pemberlakuan pada awal 2027," ujar Budi dalam keterangan, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Budi, percepatan I-EU CEPA penting untuk memastikan kelancaran akses pasar setelah seiring fasilitas EU GSP bagi Indonesia berakhir pada 2027.

"Kami berharap dapat memastikan transisi yang lancar menuju CEPA. Indonesia juga mengharapkan akses pasar yang bermakna bagi sawit berkelanjutan dan turunannya, alas kaki, tekstil, serta produk perikanan," ujarnya pula.

Dalam pertemuan tersebut, Nicolas mengatakan ketertarikan pelaku usaha Prancis untuk segera memanfaatkan preferensi di bidang investasi dan berharap investasi dapat berjalan dua arah.

Selain itu, Nicolas juga menyampaikan perhatian pelaku usaha di negaranya terkait penerapan ketentuan sertifikasi halal yang membutuhkan waktu adaptasi.

Menanggapi hal tersebut, Budi mengatakan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan penyesuaian waktu pemberlakuan regulasi masih berlangsung. Selain itu, sertifikasi halal bukan merupakan perizinan impor maupun hambatan perdagangan, melainkan kepentingan dan perlindungan konsumen.