Hasilnya, program ini menunjukkan lonjakan signifikan. Jika pada tahun sebelumnya total transaksi UMKM mencapai US$ 134 juta, pada periode Januari hingga September angka transaksinya telah melonjak menembus US$ 360 juta.

Tak hanya UMKM, pemerintah juga menyasar kalangan muda melalui Campuspreneur. Bekerja sama dengan lebih dari 27 perguruan tinggi, Budi menjelaskan mahasiswa dididik dari hulu ke hilir untuk menjadi eksportir muda yang tangguh.

Dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) lalu, partisipasi 20 kampus bahkan mampu meraup transaksi hingga US$ 24,5 juta, dengan Binus University, Telkom Bandung, dan IPB keluar sebagai peraih transaksi terbesar.

"Lalu desa bisa ekspor. Kita pengin yang ekspor itu juga dari desa-desa, produk dari desa-desa. Kita juga ajari hal yang sama, kita ajari dari hulu sampai hilir bagaimana produk itu bisa masuk ekspor Dan kita sudah banyak melakukan pelepasan ekspor bahkan koperasi desa di Jember dan di Sulawesi Tenggara itu juga sudah sudah ekspor," imbuhnya.