NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui harga cabai masih tinggi. Menurutnya, gejolak harga tersebut masih dipengaruhi beberapa faktor, terutama produksi yang menurun.
Budi mengatakan fluktuasi harga cabai memang berkaitan dengan siklus musim dan hasil panen di tingkat petani yang sedang berkurang.
"Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musiman ya. Pada musim tertentu, apalagi sekarang ini memang produksinya lagi turun ya," ujar Budi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Budi menyebut harga rata-rata cabai rawit masih di atas Rp 70.000 per kilogram (kg), harga cabai merah keriting juga naik. Budi telah berkoordinasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong para petani terus menggenjot produktivitas.
"Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya, karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun," beber ia.
Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga cabai rawit merah dibanderol Rp 81.225/kg, di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen yang ditetapkan pemerintah Rp 57.000/kg. Begitu pula, harga cabai merah keriting yang dijual Rp 67.736/kg, di atas HAP Rp 55.000/kg.