NADIKABAR.COM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan tiga prinsip utama dalam penerapan Pembelajaran Mendalam di Papua, yakni berkesadaran, bermakna dan menggembirakan di mana hal ini untuk meningkatkan kualitas proses belajar peserta didik.
"Prinsip berkesadaran mengarahkan peserta didik untuk memahami materi yang dipelajari, alasan mempelajarinya, serta tujuan yang ingin dicapai melalui proses pembelajaran," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Jayapura, Papua, Selasa.
Menurut Abdul, pendekatan tersebut mendorong siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar, tidak sekadar menerima materi dari guru, tetapi juga berpikir, bertanya, dan memahami pengetahuan yang diperoleh.
"Selanjutnya, prinsip bermakna menekankan pentingnya menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, lingkungan sosial, serta kondisi alam di sekitar peserta didik," ujarnya.
Dia menjelaskan dengan demikian, siswa diharapkan mampu memahami manfaat pengetahuan yang dipelajari dan penerapannya dalam kehidupan, bukan hanya menghafal materi untuk memenuhi kebutuhan akademik.
"Sementara itu, prinsip menggembirakan bertujuan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menarik, dan mampu meningkatkan motivasi peserta didik untuk terus belajar,"katanya lagi.
Dia menambahkan dengan suasana belajar yang menyenangkan perlu dibangun dengan memperhatikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan setiap anak agar mereka memperoleh kesempatan berkembang secara optimal.
"Saya juga menekankan pentingnya peran guru dalam mengenali kemampuan peserta didik, termasuk mereka yang kurang aktif dalam kegiatan belajar, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara inklusif,"ujarnya.
Dia menjelaskan melalui penerapan ketiga prinsip tersebut, pihaknya berharap pembelajaran mendalam tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membangun pemahaman, karakter, dan motivasi belajar peserta didik secara berkelanjutan.