NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengemukakan pentingnya keluarga berencana (KB) pascapersalinan yang menjadi salah satu langkah strategis investasi keluarga Indonesia berkualitas.

Wihaji menjelaskan, KB pascapersalinan merupakan pelayanan kontrasepsi yang diberikan kepada ibu segera setelah melahirkan hingga 42 hari pascapersalinan untuk membantu mengatur jarak kelahiran. Lebih dari sekadar mengendalikan angka kelahiran, KB pascapersalinan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui perencanaan yang matang.

"Semangatnya itu memastikan kesehatan mental, kesehatan ekonomi dan kesehatan reproduksinya baik-baik saja," ujar Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Wihaji menjelaskan, KB pascapersalinan menyediakan beragam pilihan kontrasepsi, mulai dari suntik, implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), hingga metode operasi wanita (MOW), yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan ibu.

"Setiap keluarga berhak memperoleh edukasi dan akses pelayanan kontrasepsi yang memadai. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mendorong perluasan akses KB pascapersalinan dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki kebutuhan pelayanan tinggi, sekaligus mengajak suami berperan aktif dalam perencanaan keluarga agar keputusan penggunaan kontrasepsi menjadi tanggung jawab bersama," paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025, angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) Indonesia mencapai 2,13 anak per perempuan.

Meski angka kelahiran nasional relatif terkendali, Wihaji menekankan pentingnya mempertimbangkan dinamika kependudukan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah dalam merencanakan program KB pascapersalinan.

Perencanaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi pembangunan manusia, karena keluarga sebagai unit terkecil negara berperan penting dalam menentukan kualitas generasi mendatang.

"KB pascapersalinan adalah kunci awal untuk mengatur dan mengendalikan angka kelahiran, yang berarti titik awal untuk melaksanakan keluarga berencana," tutur Wihaji.

Untuk memperluas akses layanan KB pascapersalinan, Kemendukbangga/BKKBN terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kesehatan dan TNI/Polri untuk memperluas edukasi dan memperkuat pelayanan kontrasepsi sesuai kebutuhan keluarga.

Dengan menjadikan KB pascapersalinan sebagai salah satu pintu masuk perencanaan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN berupaya membangun fondasi kesejahteraan sejak awal kehidupan. Keluarga yang sehat dan terencana menjadi modal penting bagi lahirnya generasi berkualitas, sekaligus fondasi Indonesia yang lebih maju.