Di Kecamatan Tallo, misalnya, sampah yang dibawa dari 15 kelurahan tidak langsung dibuang. Plastik, kertas, kardus, dan material lain terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya.
Sistem tersebut membentuk rantai pengelolaan yang menghubungkan masyarakat sebagai penghasil sampah dengan pihak yang memanfaatkan kembali material tersebut. Sampah dikumpulkan melalui BSU di tingkat kelurahan, kemudian bergerak ke bank sampah sektoral di kecamatan dan bank sampah pusat sebelum diteruskan kepada vendor atau mitra pengelola.
Di BSS Tallo, misalnya, sebanyak 322 anggota kini tidak hanya memiliki buku tabungan sampah. Mereka juga dapat memantau tabungan dan harga sampah secara digital.
Harga pun bergantung pada kualitas pemilahan. Botol plastik yang telah dibersihkan dari label dan dipisahkan tutupnya dapat dihargai Rp17 ribu per kilogram. Sementara botol plastik campur hanya sekitar Rp5 ribu per kilogram. Artinya, semakin baik warga memilah, semakin tinggi pula nilai ekonomi yang dapat diperoleh.