Mengutip Psychology Today, kebiasaan melamun berhubungan dengan kemampuan seseorang mengingat mimpi. Mereka yang sering melamun biasanya membiarkan pikirannya kemana-mana. Kondisi ini membuat mereka lebih peka terhadap hal-hal yang muncul pada pikirannya, termasuk mimpi.
Selain itu, pengalaman traumatis seseorang juga bisa membuat mimpi terasa seperti nyata atau menciptakan mimpi buruk yang lebih mudah diingat saat bangun dari tidur. Hal ini bisa terjadi saat baru kehilangan orang terdekat lalu seseorang memimpikan hal tersebut dengan detail.
Uniknya, ternyata kemampuan mengingat mimpi juga berhubungan dengan jenis kelamin. Terdapat penelitian yang menemukan bahwa remaja perempuan lebih sering mengingat mimpi dibandingkan remaja laki-laki.
Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa seseorang yang lebih mudah mengingat mimpinya menilai diri mereka lebih kreatif jika dibandingkan seseorang yang jarang mengingat mimpinya.
Ternyata ada alasan lain yang lebih sederhana, yaitu karena menganggap mimpi tidak terlalu penting. Tidak semua orang memikirkan mimpi mereka saat tidur atau mungkin mereka tidak mengingatnya karena aktivitasnya yang sibuk. Lama-lama ingatan tentang mimpi bisa memudar dan terlupakan.