Selain itu, Pegadaian menjalankan fungsi sebagai gold provider melalui layanan perdagangan emas fisik. Emas yang diperdagangkan memiliki kemurnian 24 karat dan dilengkapi sertifikat resmi.
Kelolaan Ekosistem Emas Pegadaian Capai 145 Ton
Pengembangan berbagai layanan tersebut turut tercermin dari pertumbuhan kelolaan emas Pegadaian. Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan, hingga April 2026 total kelolaan ekosistem emas Pegadaian telah mencapai sekitar 145 ton.
"Total kelolaan ekosistem emas Pegadaian menembus angka sekitar 145 ton. Termasuk di dalamnya kelolaan Tabungan Emas Pegadaian yang kini mencapai lebih dari 20 ton dengan valuasi senilai lebih dari Rp 51 triliun. Alhamdulillah OSL produk Cicilan Emas juga mengalami kenaikan signifikan dengan pertumbuhan hingga 152,79% YoY, yaitu pada angka Rp 13,85 triliun per 30 April ini," ujar Damar.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas bisnis berbasis emas yang dikelola Pegadaian. Selain Tabungan Emas dan Cicilan Emas, perusahaan juga terus memperluas layanan bullion untuk menghubungkan kebutuhan investasi, penyimpanan, pembiayaan, dan perdagangan emas dalam satu ekosistem.
Pengelolaan tersebut turut ditopang oleh infrastruktur Pegadaian, mulai dari jaringan lebih dari 4.000 outlet, fasilitas vault berstandar internasional, jalur distribusi emas fisik hingga sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan underlying asset 1:1.
Ekosistem Emas Merambah Pasar Modal
Pengembangan ekosistem emas Pegadaian juga diperluas hingga ke pasar modal. Pada Agustus 2026, ETF Emas mulai tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan Pegadaian berperan sebagai penyedia underlying asset melalui Electronic Gold Receipt (EGR).
EGR merupakan bukti kepemilikan emas dalam bentuk elektronik yang merepresentasikan emas fisik. Dalam ekosistem ETF Emas tersebut, Pegadaian berperan sebagai underlying provider, bukan sebagai penerbit produk ETF.
Langkah tersebut memperluas akses masyarakat terhadap emas melalui instrumen pasar modal. Artinya, emas tidak hanya dikelola melalui produk investasi dan pembiayaan ritel, tetapi mulai terhubung dengan instrumen keuangan yang diperdagangkan di bursa.