"Jika setiap percakapan berubah menjadi ajang mengeluh, lama-kelamaan orang akan enggan melanjutkan percakapan tersebut," kata Mary McLaughlin, LCSW, terapis yang berspesialisasi dalam hubungan.
Terapis Sarah Close, LPC mengemukakan perlunya memperhatikan perasaan setelah mengungkapkan keluhan untuk mengetahui efeknya.
"Apakah saya merasa lebih dipahami atau lebih jelas, atau justru menghidupkan kembali rasa frustrasi dan kembali masuk ke lingkaran yang sama?" ujar Close.
Kalau mengeluh tidak membantu memahami masalah atau mendatangkan solusi, justru menambah kekesalan, maka lebih baik berusaha untuk menguranginya.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah