Nama Hunter's Moon disebut berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika (suku Algonquian) dan pemukim awal Eropa. Jika Harvest Moon menandai panen raya, Bulan Pemburu menjadi momentum untuk melakukan perburuan.
Secara historis, perburuan pada Hunter's Moon menjadi waktu yang ideal untuk mengumpulkan persediaan daging sebelum musim dingin tiba.
Ladang-ladang yang telah dipanen disebut akan memancing hewan perburuan, seperti rusa dan rubah, untuk mencari sisa-sisa hasil panen. Sementara itu, cahaya Bulan purnama yang terang akan memudahkan para pemburu melacak target perburuan.
Di Jakarta, Hunter Moon dapat dilihat saat Bulan mulai terbit dari arah timur pukul 17.53 WIB, meski masih sulit terlihat karena posisinya dekat dengan garis horizon serta banyaknya gedung tinggi.