Kesederhanaan desain menjadi salah satu kunci drone ini. Fire Point menyebut mereka mampu memproduksi sekitar 100 unit FP-1 per hari, atau sekitar 3.000 unit per bulan. Biaya produksinya disebut sekitar USD55 ribu atau sekitar Rp 895 juta per unit.

Dengan harga tersebut, FP-1 dapat digunakan untuk melakukan serangan jarak jauh tanpa harus mengorbankan rudal jelajah yang jauh lebih mahal.

Dalam konfigurasi awal, FP-1 memiliki jangkauan sekitar 1.600 km dengan hulu ledak sekitar 50 kg. Drone ini menggunakan mesin dua silinder dan struktur twin-boom yang sebagian komponennya menggunakan plywood untuk menekan biaya produksi.

FP-1 diluncurkan dari landasan berbentuk ramp dan menggunakan solid-fuel booster untuk membantu proses lepas landas.

Drone ini memiliki bentang sayap sekitar 6 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 205 km/jam, sedangkan kecepatan jelajah berada di kisaran 140-180 km/jam.

Fire Point kemudian memperkenalkan peningkatan pada FP-1. Pada akhir Juli 2026, perusahaan mengungkap versi dengan desain sayap baru yang memungkinkan pemasangan tangki bahan bakar tambahan.

Hasilnya, jangkauan yang diklaim meningkat hingga 3.400 km, dengan kemampuan membawa hulu ledak hingga 60 kg.

Desain tersebut membuat FP-1 mampu menjangkau target-target yang sebelumnya dianggap terlalu jauh bagi drone Ukraina.