Pemerintah masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kecelakaan. Cuaca buruk dan gelombang kuat disebut menjadi bagian dari rangkaian kejadian, tetapi penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan sebelum investigasi selesai.
Operasi penyelamatan dilakukan oleh tim SAR bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Hingga pembaruan pada Senin (14/9), sebanyak 108 orang telah berhasil diselamatkan dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Operasi tersebut melibatkan sekitar 622 personel dan 12 kapal. Pencarian juga didukung unsur lain, termasuk kapal milik TNI dan helikopter.
Sementara itu, satu kapal tanker Pertamina dilaporkan turut membantu proses evakuasi. Kapal tersebut berhasil menyelamatkan 16 orang dari kecelakaan KMP Virgo Transport 8.
KMP Virgo Transport 8 disebut dibangun di Jepang pada 1987. Kapal tersebut kemudian baru dijual kepada PT Virgo Karya Shipping sebelum digunakan dalam layanan pelayaran di Indonesia.
Informasi mengenai usia kapal menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam melihat kecelakaan tersebut. Namun, usia kapal saja tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Kondisi teknis kapal, kelayakan berlayar, cuaca, muatan, prosedur keselamatan, serta faktor lain perlu diperiksa melalui investigasi resmi.
Hingga saat ini, fokus utama pemerintah dan tim SAR adalah menemukan 129 orang yang masih dinyatakan hilang serta memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dan diidentifikasi.
Dengan jumlah penumpang yang mencapai 243 orang, kecelakaan KMP Virgo Transport 8 menjadi salah satu operasi pencarian dan pertolongan besar di perairan Laut Jawa. Penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang, demikian dirangkum dari berita tim redaksi dan sumber-sumber lain.