Selain aktivitas aerobik, orang dewasa juga dianjurkan melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.

Yang perlu diperhatikan, memenuhi rekomendasi olahraga tidak berarti seseorang boleh menghabiskan seluruh waktu lainnya dengan duduk. WHO juga menganjurkan agar waktu sedentari dikurangi dan diganti dengan aktivitas fisik dalam berbagai bentuk.

Cara mengurangi sedentary lifestyle

Mengurangi gaya hidup sedentari tidak selalu harus dimulai dengan olahraga berat. Aktivitas sederhana dalam rutinitas sehari-hari juga dapat membantu meningkatkan jumlah gerakan.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain lebih sering berjalan kaki, menggunakan tangga dibandingkan lift jika memungkinkan, berdiri dan bergerak setelah duduk dalam waktu lama, melakukan pekerjaan rumah tangga, serta menyempatkan aktivitas fisik di sela pekerjaan.

WHO menekankan bahwa sejumlah aktivitas fisik lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas sama sekali. Seseorang yang belum aktif dianjurkan memulai dari aktivitas ringan dalam jumlah kecil kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai kemampuan.

Data WHO menunjukkan sekitar 31 persen orang dewasa di dunia atau hampir 1,8 miliar orang tidak memenuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan pada 2022. WHO juga memperkirakan angka tersebut dapat meningkat menjadi 35 persen pada 2030 jika tren yang ada terus berlanjut.

Karena itu, sedentary lifestyle perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja di depan komputer, berkendara, menggunakan perangkat elektronik atau melakukan aktivitas lain dalam posisi duduk. Mengurangi waktu duduk dan memperbanyak gerakan sehari-hari dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.