NADIKABAR.COM — Ketika penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut makin menekan pesisir Indonesia, perdebatan pembangunan sering berhenti pada seberapa besar tanggul yang harus dibangun.

Padahal, yang lebih menentukan adalah apakah investasi perlindungan pesisir mampu menjaga nilai ekonomi wilayah yang dilindunginya dalam jangka panjang.

Jika risiko fisik, biaya pemeliharaan, dan perubahan nilai kawasan tidak masuk sejak awal, proyek perlindungan pesisir berpotensi menghasilkan aset besar dengan biaya yang terus membesar. Beban tersebut pada akhirnya tidak hanya ditanggung proyek, tetapi juga anggaran dan aktivitas ekonomi yang bergantung pada kawasan pesisir.

Kawasan pantai utara Jawa menjadi gambaran paling nyata. Wilayah tersebut menyumbang sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menghadapi tekanan dari penurunan muka tanah serta kenaikan muka air laut.

Di sejumlah lokasi, penurunan muka tanah di pantura Jawa dapat mencapai 20 sentimeter per tahun meski lajunya berbeda antarwilayah. Kondisi itu meningkatkan risiko banjir rob dan mengancam infrastruktur serta aktivitas ekonomi yang terkonsentrasi di pesisir.

Di Jakarta, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan risiko banjir, kerusakan infrastruktur, dan hilangnya lahan produktif dapat menimbulkan kerugian sekitar 186 juta dolar AS setiap tahun.

Angka itu memperlihatkan bahwa risiko pesisir sudah memiliki konsekuensi ekonomi yang dapat dihitung, bukan sekadar ancaman lingkungan yang baru terasa ketika bencana terjadi.

Pertimbangannya kemudian bergeser dari seberapa besar kerusakan yang dapat terjadi menjadi apakah proyek yang dibangun hari ini tetap layak ketika kondisi fisik wilayah berubah? Jalan, pelabuhan, kawasan industri, permukiman, dan jaringan utilitas memiliki umur ekonomi puluhan tahun.

Jika penurunan tanah, kenaikan muka air laut, kebutuhan pemeliharaan, dan kemungkinan gangguan operasi tidak dihitung sejak awal, biaya investasi yang terlihat murah dapat menjadi mahal sepanjang umur aset.