"Kami di Kementerian Kehutanan ada 26 perusahaan yang sudah kami cabut dan bekukan izinnya. Dan sepertinya akan terus bertambah. Kemarin saya dapat laporan ada proses sekitar lima atau enam perusahaan lagi termasuk di Kalimantan Tengah yang melakukan pelanggaran," ujarnya.
Di tengah upaya penindakan tersebut, Raja Juli juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Perusahaan juga diminta mematuhi aturan dan tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran besar.
Apalagi, berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, hujan alami di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah masih sulit turun hingga November. Kondisi ini membuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla harus terus diperkuat.
Tantangan semakin berat ketika api menjalar ke lahan gambut. Kebakaran di kawasan ini kerap sulit dipadamkan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di atasnya sudah tidak terlihat.
Raja Juli mengaku melihat langsung sulitnya pemadaman di lahan gambut. Penggunaan drone thermal bahkan dapat mendeteksi titik panas yang tidak terlihat dari permukaan, sehingga petugas harus memastikan bara di bawah tanah benar-benar padam.