NADIKABAR.COM — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan rencana uji coba penggunaan dry ice atau es kering untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan sasaran awal membuka kembali akses penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
“Alhamdulillah, walaupun pemasok dry ice ini susah, tetapi alhamdulillah sudah ditemukan pemasoknya di Kalimantan dan insya Allah mulai besok siang barangnya sudah sampai. Operasi dry ice-nya akan dimulai ke arah Palangka Raya untuk membuka dulu Bandara Tjilik Riwut,” kata Raja Juli di Sampit, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, penggunaan dry ice menjadi salah satu upaya yang sedang dikembangkan pemerintah untuk mengurangi dampak asap karhutla. Metode tersebut sebelumnya telah diteliti oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama pihak dari Thailand.
Namun, hasil penelitian dan penerapannya masih terus dikembangkan sehingga efektivitas metode tersebut perlu dibuktikan melalui serangkaian uji coba dan evaluasi.
“Ini salah satu penelitian yang sudah dilakukan oleh teman-teman di BMKG bersama negara Thailand, tetapi hasilnya memang masih dalam usaha, yang terus dicoba,” ungkapnya.
Raja Juli mengatakan pemerintah telah melakukan intervensi menggunakan dry ice di Sumatera Selatan selama dua hari dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut).