“Namanya ikhtiar, namanya usaha, kita sebagai manusia akan terus lakukan. Kita coba, karena ini adalah suatu hal yang baru, kita akan trial and error,” ucapnya.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan metode tersebut efektif membantu mengurangi dampak kabut asap, penerapannya akan diperluas secara bertahap ke kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah yang membutuhkan penanganan serupa.
Uji coba itu diharapkan dapat menjadi salah satu opsi tambahan dalam menghadapi dampak karhutla, khususnya gangguan jarak pandang yang berpotensi menghambat aktivitas penerbangan dan mobilitas masyarakat.
Hasil pengujian di Kalimantan Tengah tetap akan menjadi bahan evaluasi untuk menilai sejauh mana metode dry ice dapat memberikan manfaat dalam penanganan kabut asap di wilayah tersebut.
“Kalau seandainya nanti efektif, kita geser terus ke kabupaten-kabupaten lain,” demikian Raja Juli.