NADIKABAR.COM β€” Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah tidak lepas tangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun upaya pemadaman menghadapi tantangan berat akibat kemarau panjang, keterbatasan sumber air hingga kondisi gambut yang mudah menyimpan bara.

β€œPemerintah tidak cuci tangan, tidak lepas tangan, bahkan sebenarnya hadir semaksimal mungkin untuk memastikan bahwa api padam dan kemudian juga asap tidak membuat lebih banyak lagi masyarakat kita yang kena ISPA,” kata Raja Juli Antoni di Sampit, Sabtu malam.

Hal ini ia sampaikan usai melakukan peninjauan ke lokasi karhutla di Jalan Ir Soekarno atau Jalan Lingkar Utara Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kegiatan itu dilakukan setelah Menhut menyelesaikan agenda di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam peninjauan itu Menhut didampingi langsung oleh Bupati Kotim, Kapolres Kotim, Dandim 1015/Sampit, perwakilan Korem 102/Pjg, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim serta para relawan.

Raja Juli mengakui tantangan penanganan karhutla masih besar karena hujan alami diperkirakan belum merata di Kalimantan Tengah hingga November.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah bahkan diperkirakan baru menerima hujan pada dasarian ketiga November.

β€œBahkan, ada yang sampai akhir November, seperti di daerah Tanjung Puting itu malah dasarian ketiga November baru akan ada hujan alami,” sebutnya.