Ia menjelaskan, helikopter Kementerian Kehutanan sempat bergerak dari Bandara Syamsudin Noor menuju Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.
Meski kondisi jarak pandang di kedua lokasi tersebut dilaporkan baik, helikopter terpaksa kembali ke pangkalan karena jarak pandang di sepanjang perjalanan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan.
Kendati demikian, menurut informasi terbaru yang ia terima, satu helikopter TNI telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman. Selain itu, helikopter milik perusahaan swasta berhasil melakukan 16 kali pengeboman air pada hari yang sama.
Sejalan dengan itu, pihaknya akan mengupayakan penambahan armada ke Kuala Pembuang agar pemadaman dari udara dapat dilakukan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Penambahan armada juga akan dikoordinasikan dengan BNPB berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, ia menegaskan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan kekuatan udara. Personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan terus bekerja melakukan pemadaman secara langsung.
Tantangan di lapangan semakin berat karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut. Api yang terlihat padam di permukaan ternyata masih menyisakan bara di bawah tanah sehingga berpotensi kembali menyala.
βKalau kita pakai drone termal, atasnya tidak ada apa-apa, tetapi bawahnya masih merah seperti batu bara yang terbakar,β jelasnya.