Kerugian negara menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang menaksir subsidi tidak sampai kepada masyarakat, mencapai Rp3,3 miliar apabila seluruh 600 ton itu memang beras SPHP dengan dukungan harga sekitar Rp5.510 per kilogram.
Artinya, setiap kilogram yang diselewengkan membawa pergi subsidi yang sudah dibayar negara sebelum beras itu tiba di tangan konsumen yang berhak.
Persoalan menjadi lebih rumit karena mutu beras SPHP kini makin baik. Beras yang disalurkan Bulog saat ini sudah sangat layak, dan Amran menyebut beras yang dikemas ulang itu beras lokal dengan kualitas bagus.
Bagi konsumen di jalur resmi, mutu ini kabar baik. Bagi pengoplos, mutu yang sama justru memudahkan penyamaran, karena beras SPHP yang dipindahkan ke karung premium sulit dibedakan secara kasat mata. Akibatnya, pengawasan mutu perlu dilengkapi perlindungan atas identitas dan asal-usul setiap karung.