Jalur yang ditempuh beras SPHP memang panjang. Penyalurannya melewati sembilan jenis saluran, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), pengecer pasar rakyat, ritel modern, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Beberapa pengamat pertanian dan pangan menyoroti pengawasan yang melemah begitu beras keluar dari distributor resmi. Kasus Jakarta Timur sejalan dengan pengamatan itu.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut penelusuran data pemesanan aplikasi Klik SPHP, dokumen angkut, dan rekaman kamera pengawas mengarah kepada satu mitra RPK, yang pemesanannya semula berlangsung melalui sistem resmi.

Mitra berinisial RH, yang kini menjadi tersangka dan dalam pemeriksaan Polres Jakarta Timur, diduga memesan beras SPHP melampaui batas pemesanan RPK yang berkisar 2 hingga 4 ton, lalu membongkar kemasan aslinya dan memindahkan isinya ke karung 50 kilogram.