Kebiasaan menganyam yang dilakukan berulang kali membuat aktivitas itu terasa seperti bagian dari dirinya, bahkan menjadi sesuatu yang ia sukai.
Di balik setiap kerajinan ada kebutuhan keluarga yang harus terpenuhi. Hasil anyaman menjadi sumber penghasilan untuk membantu menghidupi anak-anaknya.
Bertahan sebagai perajin anyaman bambu bukan semata-mata tentang menjaga kebiasaan lama yang diwariskan turun temurun, melainkan juga tentang memastikan roda perekonomian keluarga tetap berputar.
Kisah Ida menjadi salah satu potret para perempuan di Desa Loyok yang menggantungkan kehidupan sekaligus mempertahankan keterampilan tradisional melalui anyaman bambu.
Pada 2022, Desa Lonyok yang terletak di selatan Gunung Rinjani dengan ketinggian 670 meter di atas permukaan laut tersebut pernah memperoleh penghargaan sebagai 500 Besar Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.