NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukanlah satu-satunya lembaga penyedia indeks global yang menjadi rujukan investor dunia.
Airlangga mengatakan hal tersebut di tengah langkah MSCI yang mengumumkan usulan untuk menurunkan kelas (reklasifikasi) Indeks MSCI Indonesia dari status emerging market menjadi standalone market.
Imbas dari pengumuman tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 16 persen.
Airlangga mengingatkan masih ada lembaga pemeringkat global lainnya seperti S&P Global Ratings dan FTSE Russell. Oleh karena itu, ia memandang penilaian dari satu lembaga tidak memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan tidak bisa serta-merta mendikte lembaga lainnya.
"Kita juga melihat bahwa MSCI bukan satu-satunya rating. Banyak rating lain ada S&P, FTSE Russell. Jadi, yang satu tidak bisa mendikte yang lain," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (23/10).