"Pak Djamari tadi menyampaikan kepada saya yang menjadi prioritas itu dalam waktu dekat adalah karhutla," ucapnya.
Dudung mengatakan akan segera menggelar rapat bersama kementerian terkait untuk membahas persoalan tersebut. Dia juga berencana turun langsung ke lokasi.
"Makanya dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rapat dengan kementerian terkait, saya akan meninjau segera mungkin ke lokasi," ungkapnya.
Sementara itu, Dudung juga menyoroti persoalan ekspor benur atau benih lobster ilegal. Dia mengatakan praktik ilegal tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang telah disampaikan dalam proses serah terima jabatan.
"Terutama masalah karhutla, kebakaran hutan, termasuk tentang penanganan eksportir benur. Nah ini banyak yang dilakukan secara ilegal," kata Dudung.
"Kita sebagai pembina dengan kementerian-kementerian yang terkait, ini menjadi konsentrasi yang nanti ke depan akan kita tempuh kegiatan-kegiatan ini dengan secara maksimal," sambungnya.
Dudung menegaskan berbagai penyimpangan harus dituntaskan. Dia mengatakan tidak boleh ada lagi kegiatan ilegal yang berjalan di luar aturan.
"Dan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama ini sesuai dengan perintah Bapak Presiden agar dituntaskan, tidak ada lagi kegiatan-kegiatan ilegal, kegiatan-kegiatan yang menyimpang dari aturan-aturan," jelasnya.