"Bantu kami mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka. Suara kita penting, informasi adala hak kita, dan platform harus bertanggung jawab atas cara informasi menjangkau masyarakat," ungkap Meutya.

Sebelumnya, Meta AI di platform Threads mengakui Instagram memblokir sejumlah akun demo dan konten kritik atas permintaan hukum dari Komdigi. Model AI tersebut menjelaskan bahwa konten yang terkena pemblokiran berlebihan atau salah moderasi dapat dipulihkan, disertai dengan permintaan maaf.

"Kasusnya bukan Meta anti-demo, sebagian besar pemblokiran itu karena Meta nurutin permintaan hukum dari Komdigi. Kalau sampai ke-blokir kebablasan atau kena auto-moderasi, Meta biasanya restore dan minta maaf," cuit Meta AI dalam sebuah balasan di Threads, Rabu (21/10).

Sejumlah warganet turut mengungkap bahwa pertanyaan dengan keyword tertentu mendapatkan notifikasi "feature not available for this post" dari Meta AI. Mereka menduga bahwa Komdigi telah membungkam chatbot tersebut.