Menurut Meutya, pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong penyedia platform mengubah desain produknya agar lebih aman bagi anak, alih-alih sekadar menjauhkan anak dari media sosial dan layanan digital lainnya.
"Jika mereka memiliki fitur konten yang memungkinkan anak-anak untuk berhubungan dengan orang yang tidak terkenal, mereka juga akan jatuh dalam kriteria platform berbahaya dan lainnya. Kita ingin platform (di negara) ini bergerak menuju ke desain produk yang lebih aman bagi anak-anak," katanya.
Ia turut menilai upaya perlindungan anak di ruang digital membutuhkan kontribusi lintas negara. Menurut dia, perubahan tidak akan terjadi secara signifikan apabila hanya dilakukan oleh satu negara.
Misalnya, perkembangan di Amerika Serikat dan Australia yang turut mendorong perubahan desain produk platform digital. Upaya berbagai negara tersebut diharapkan dapat memperluas gerakan global untuk menciptakan layanan digital yang lebih aman bagi anak-anak maupun pengguna secara umum.