Menkum menjelaskan konsep From Origin to Experience menghubungkan karakter geografis suatu wilayah dengan produk khas, masyarakat, budaya, proses produksi, gastronomi, hingga pengalaman wisata.
Dengan pendekatan tersebut, kata dia, wisatawan dapat mengenal produk sekaligus cerita, tradisi, dan masyarakat yang berada di balik kekayaan lokal di sana.
Supratman mengatakan Dieng menjadi titik awal pengembangan GI Tourism Indonesia. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan antara karakter geografis, masyarakat, budaya, dan produk khas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.
Adapun tiga produk yang menjadi bagian dari konsep tersebut yaitu Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng Dieng.
Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara tercatat sebagai indikasi geografis, sementara Carica Dieng dan Purwaceng Dieng tercatat sebagai indikasi geografis sejak 2018.
Ia berharap pengembangan GI Tourism di Dieng memberikan nilai tambah bagi produk indikasi geografis dan masyarakat lokal sekaligus melestarikan warisan budaya serta kearifan lokal.
Pendekatan tersebut juga diharapkan memperluas manfaat indikasi geografis bagi produsen, pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan masyarakat setempat.