"Menjaga komunikasi dan hubungan antara kedua negara, sekaligus ada misi yang menyertai Bapak Presiden yaitu misi ekonomi yang terbukti, investor dari luar negeri khususnya dari AS berdatangan setelah Pak Prabowo datang ke AS," ujarnya.

Ia juga menyinggung kritik masyarakat terhadap intensitas perjalanan luar negeri Prabowo. Sarmuji menilai realisasi kerja sama investasi tersebut dapat menjawab kritik yang selama ini muncul.

"Yang sering kita kritik, orang-orang Indonesia sering kritik, ngapain Pak Presiden ke luar negeri terus. Salah, buktinya ini," tegasnya.

Sebagai informasi, kerja sama investasi kedua perusahaan merupakan tindak lanjut penandatanganan perjanjian usaha patungan atau joint venture pada 18 Februari 2026 di Washington DC, yang disaksikan langsung oleh Prabowo.