Proyek bernama Tynergy Wiraraja Batam ini berlokasi di Kawasan Industri Wiraraja, Kabil, Batam, dengan luas lahan sekitar 9.300 meter persegi. Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penyimpanan energi berbasis baterai sodium-ion sebesar 1 gigawatt hour (GWh).

Baterai yang diproduksi nantinya dapat digunakan untuk kendaraan listrik, pusat data atau data center, hingga penyimpanan energi dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Proyek ini juga diperkirakan menyerap hingga 500 tenaga kerja.

Sarmuji memperkirakan fasilitas tersebut dapat dikunjungi pada kuartal II-2027. Investasi US$ 500 juta ini merupakan bagian dari total komitmen investasi senilai US$ 4,89 miliar yang dibahas dalam Indonesia-US Business Summit di Washington DC pada Februari 2026.