"Kami kekurangan 15 ribu ton gula rafinasi. Khawatirnya kalau enggak cukup 15 ribu ton sampai bulan Desember, kami terpaksa berhenti produksi," ujar Sarmuji dalam paparannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2026 di Jakarta, Jumat (30/10).

Ia menilai penghentian produksi, meskipun hanya berlangsung beberapa hari, dapat menimbulkan persoalan bagi industri.

"Jangankan berhenti produksi satu bulan, berhenti produksi tiga hari saja, itu isunya sudah luar biasa," katanya.

Oleh karena itu, sambung Sarmuji, pemerintah berupaya mengomunikasikan persoalan pasokan bahan baku tersebut dengan pihak terkait agar kebutuhan industri dapat terpenuhi dan kegiatan produksi tetap berjalan.