Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) dan berkontribusi 38,98 persen terhadap realisasi investasi nasional. Sementara itu, sepanjang Januari-Agustus 2026, sektor tersebut menyumbang 82,40 persen terhadap total ekspor nasional.

Sarmuji menambahkan, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas juga semakin merata. Sebanyak 14 dari 15 subsektor industri pengolahan nonmigas mencatatkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026.

Perkembangan tersebut turut membuka peluang peningkatan permintaan produk kemasan, seiring dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, kertas, serta mesin.

Terkait pengembangan industri kemasan, Sarmuji menilai penyelenggaraan ALLPACK Indonesia Expo 2026 menunjukkan perkembangan positif dalam penerapan teknologi modern dan prinsip ekonomi sirkular.

Ia menegaskan pengembangan industri kemasan perlu memperhatikan aspek lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas industri, Kementerian Perindustrian mendorong modernisasi teknologi melalui Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan.