NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyampaikan kontinuitas pasokan dan harga gas industri serta ketersediaan bahan baku masih perlu mendapat perhatian untuk mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin).
"Ada beberapa hal yang masih memerlukan dukungan, misalnya terkait gas industri serta bahan baku yang kontinuitas pasokan dan harganya masih perlu mendapat perhatian kita bersama. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar industri, khususnya makanan dan minuman, dapat tumbuh lebih tinggi lagi," kata Sarmuji seusai membuka The 25th ALLPACK Indonesia Expo 2026 di Jakarta, Selasa.
Dalam keterangan yang dikonfirmasi ia menyampaikan industri mamin merupakan salah satu penyangga industri nasional. Selain mencatatkan pertumbuhan positif, produk mamin Indonesia juga semakin diminati pasar global dan menjadi salah satu penopang ekspor.
Kata dia, pertumbuhan industri mamin sebesar 6,51 persen pada triwulan II 2026 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen dan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.
Sarmuji menilai pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional menjadi sinyal positif bagi perkembangan perekonomian Indonesia.
"Ini menunjukkan bahwa perekonomian nasional sedang bergerak menuju keadaan yang semakin baik," katanya.