"Tidak boleh bekerja setengah-setengah di lingkungan Sekolah Rakyat. Pemda dilibatkan dalam pengawasan perkuat dukungan keamanan, kebersihan, dan penangganan kasus," sambungnya.

Gus Ipul menitipkan hal ini kepada para kepala sekolah. Adapun tiga pilar yang ditekankan Gus Ipul, di antaranya pengawasan, kepatuhan, dan kolaborasi.

"Tiga pilar ini tidak bisa ditawar. Setiap anak berhak pulang dengan masa depan yang lebih baik," kata Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga meminta agar mulai bulan depan, seluruh kepala sekolah membuat laporan mengenai kondisi masing-masing peserta didiknya. Mulai dari kondisi kesehatan, perkembangan mental, hingga latar belakang setiap siswa.

"Jadi para kepala sekolah silakan ini disampaikan dengan baik. Saya masih memberikan satu kesempatan selama satu sampai tiga bulan kepada para kepala sekolah ini untuk beradaptasi, untuk menyesuaikan diri dengan siswa yang baru, dengan lingkungan yang baru," kata Gus Ipul.

"Setelah itu kita harus take off," sambungnya.

Selain itu, Gus Ipul juga menyoroti kondisi Sekolah Rakyat yang lokasinya berdekatan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Salah satunya, seperti pembangunan gedung permanen SRT 1 Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Gus Ipul mengingatkan kepala sekolah terkait untuk memerhatikan kondisi para murid dan terus berkoordinasi dengan pihak pemda.