"Mohon untuk koordinasi betul dengan pemerintah daerah. Karena jaraknya juga dekat dengan posisi pembangunan permanen Sekolah Rakyat," jelas Gus Ipul.

Dalam rapat tersebut, Kepala SRT 1 Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari mengungkapkan meski letak gedung sekolah terdampak asap karhutla karena hanya berjarak sekitar 3 meter dari lokasi kebakaran, tetapi pihaknya tidak memulangkan para siswa ke rumah masing-masing. Sebab, ia menjelaskan hal itu dinilai lebih berbahaya dibandingkan murid-murid tetap berada di lingkungan sekolah.

"Untuk anak-anak dikondisikan tidak kami pulangkan karena lebih berbahaya ketika pulang daripada di SR. Kalau di SR dekat dengan puskesmas, dekat dengan rumah sakit, fasilitas kami lengkap," ungkap Nikkon.

"Oksigen ada, masker kami sudah terpenuhi, nebulizer juga sudah siap," sambungnya.

Nikkon menambahkan pihaknya juga tetap menggelar kegiatan belajar mengajar. Namun, kegiatan tersebut dilakukan di asrama, jika ruang kelas tidak dapat digunakan karena terkena asap karhutla.

"Tetap kami melakukan pembelajaran. Dimulai dari pukul 8 sampai pukul 9 (pagi)," jelas Nikkon.

"Namun ketika kabut, maka kegiatan pembelajaran (dilakukan) di asrama dibantu oleh guru-guru," pungkasnya.