NADIKABAR.COM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sumedang atas keterlibatan aktif dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat mulai dari rintisan hingga pembangunan gedung permanen. Ia menjelaskan bahwa Sumedang menjadi salah satu kabupaten yang mampu memenuhi alokasi untuk siswa Sekolah Rakyat khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
"Saya terima kasih kepada Pak Bupati, tidak semua kabupaten/kota itu bisa memenuhi alokasi untuk SD. Tapi alhamdulillah, di Kabupaten Sumedang ini, Bupatinya kerja keras, sehingga siswa siswi SD-nya mencukupi alokasinya," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul hari ini dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kehadiran Gus Ipul sekitar pukul 13.00 WIB disambut hangat lewat beragam atraksi seni dan keterampilan para siswa, mulai dari yel-yel, hadrah, hingga pertunjukan tari tradisional.
Setelah setahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, para siswa tampak lebih percaya diri. Pada saat penampilan puisi tampak beberapa orang tua tak kuasa menahan air mata bahagia melihat perkembangan anak-anaknya.
"Dulu setahun yang lalu ketika mereka masuk pertama kali di Sekolah Rakyat, mereka adalah siswa kurang percaya diri, tidak berani tampil di depan publik, di depan masyarakat, di depan audiens, kurang percaya diri. Tapi hari ini kita lihat anak-anak kita sudah tumbuh berkembang dengan baik dari sisi kesehatan, dari sisi kemampuan akademik maupun dari kedisiplinan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah sudah mulai menampakkan hasil. Selain itu, secara umum pembangunan Gedung Sekolah Rakyat permanen juga berjalan dengan baik.
"Seperti di sini (Sumedang) yang sekarang sudah 98 persen ini. Insya Allah beberapa bulan ke depan sudah bisa 100 persen. Tanahnya ini disediakan oleh Pak Bupati. Pembangunannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo. Penanggungjawab operasionalnya adalah Kementerian Sosial dibantu dengan berbagai Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah," jelasnya.
Selain mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga aktif mengajak masyarakat mendaftar Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Langkah tersebut dilakukan guna memperluas jangkauan dan efektivitas penyaluran bantuan sosial di wilayah Sumedang.
"Saya terima kasih, memang Sumedang selalu di depan. Sumedang sudah bisa mencapai target lebih dari 50 persen warganya sudah terdaftar di Perlinsos (Digital)," tutur Gus Ipul.
Dia menambahkan bahwa pemerintah mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi menjadi Agen Perlinsos. Melalui Gerakan Nasional Peduli Tetangga, para agen akan membantu orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan sosial namun belum terdaftar, melalui pendaftaran bansos secara digital.
"Selama ini ditengarai bantuan sosial itu banyak yang tidak tepat sasaran. Nah dengan adanya digitalisasi bansos lewat salah satu strateginya adalah perlinsos atau pelindungan sosial dengan menggunakan teknologi ini bisa menjangkau lebih banyak lagi, dan mampu memberikan data-data yang lebih akurat untuk bisa disalurkan bantuan-bantuan dari pemerintah," ungkapnya.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir juga menegaskan komitmen daerahnya dalam mendukung penguatan program kesejahteraan masyarakat. Pihaknya telah memobilisasi dan mengorkestrasi seluruh elemen warga, mulai dari pilar sosial, akademisi, hingga penyuluh agama untuk bertugas sebagai Agen Perlinsos.
"Kita mobilisasi, orkestrasi, termasuk akademisi, bisnis, komunitas, government, semuanya dilibatkan untuk memperbanyak agen. Disamping agen dari pendamping PKH, penyuluh agama, seluruh pimpinan SKPD jadi agen juga, para camat jadi agen, desa, RT dan RW," ujar Dony.
Dalam sambutannya, Dony juga menyampaikan pihaknya turut aktif dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Setidaknya 150 Kepala Keluarga (KK) telah diajukan untuk memperoleh bantuan renovasi rumah tidak layak huni pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
"Alhamdulillah, orang tua siswa Sekolah Rakyat, 150 KK, sudah mengusulkan untuk rumah tidak layak huni, untuk rutilahu dari BSPS. Dan 120 rumahnya (diantaranya) telah disetujui. Insya Allah Pak Menteri, Bulan November ini, 120 rumah akan dibangun bagi orang tua siswa Sekolah rakyat," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, dan Kepala Dinas Sosial Sumedang Agus Kori Hidayat. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumedang Andri Indra Widianto, Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan, Jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kemensos serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sumedang.