Selain stok beras di gudang, pemerintah memperhitungkan estimasi produksi dari tanaman yang masih berada di lahan atau standing crop sebesar 10 juta ton.

Pemerintah turut memasukkan sekitar 10 juta ton beras dalam komponen yang disebut Amran sebagai "horeka," yang mencakup hotel, rumah tangga, dan sebagainya.

"Standing crop artinya tanaman yang ada di lapangan sekarang itu jumlah estimasi produksi 10 juta ton. Kemudian horeka, hotel, rumah tangga, dan seterusnya, itu ada 10 juta ton. Di gudang, 4,5 juta ton. Total 25 juta ton," ujarnya.

Dengan demikian, total ketersediaan beras yang diperhitungkan pemerintah mencapai sekitar 25 juta ton. Sementara itu, kebutuhan beras nasional diperkirakan sekitar 2,5 juta ton per bulan.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Amran mengklaim ketersediaan beras nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 bulan ke depan atau hingga Juli 2027.