"Artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan, sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman," Amran menegaskan.

Dalam laporannya kepada Prabowo, Amran turut menyoroti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang dikaitkan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk dan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah.

Amran mengatakan harga pupuk telah diturunkan sebesar 20 persen. Menurutnya, kebijakan tersebut dinikmati sekitar 115 juta petani di Indonesia.

Selain itu, pemerintah menaikkan HPP gabah yang disebut turut mendukung peningkatan NTP. Amran menyatakan indikator tersebut kini mencapai 131, dari angka sebelumnya yang ia sebut berada di level 48.

"Karena kebijakan Bapak Presiden, harga pupuk turun 20 persen dinikmati 115 juta petani Indonesia. Kemudian HPP, harga gabah beras naik, sehingga sekarang NTP-nya, Nilai Tukar Petani 131, dan ini tertinggi sejak '92 bahkan sejak merdeka," pungkas Amran.