Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari kala itu mengatakan ekspor perdana ke Malaysia ini merupakan perkembangan positif bagi sektor pangan nasional. Indonesia mulai memiliki ruang untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri secara terukur di tengah upaya menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat.
Peningkatan produksi memberi ruang bagi Indonesia untuk naik kelas dalam ekosistem pangan global. Proyeksi Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) menunjukkan produksi beras Indonesia pada 2026/2027 mencapai sekitar 38,6 juta ton, meningkat 4,6 juta ton dibandingkan produksi sebesar 34 juta ton pada 2024/2025.
"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).