"Peternak punya binaan, binaan petani jagung. Kementerian Pertanian memberikan sampai Desember 20.000 hektare benih jagung gratis. Setelah ditanam, peternak yang menjadi pembeli. Kalau terjadi kelebihan pasokan, yang menjadi offtaker adalah Bulog," kata Amran.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah mengalokasikan 20 unit traktor pada tahap awal. Bantuan alat mesin pertanian ini dapat terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Amran juga meminta Bulog menjaga ketersediaan stok jagung pada bulan-bulan kritis. Pemerintah menargetkan ketersediaan stok mencapai 250.000 ton agar kebutuhan peternak tetap terpenuhi.
"Ini dijaga. Stoknya kita minta 250.000 ton pada bulan-bulan kritis," ujarnya.
Pemerintah juga memperkuat mekanisme resi gudang untuk mengatasi keterbatasan modal koperasi maupun peternak. Jika peternak belum mampu membeli seluruh panen, Bulog akan membeli dan menyimpannya.
"Misalnya, peternak sudah membeli sebagian hasil panen, tetapi masih ada yang belum terbeli karena modal terbatas. Bulog yang membeli dan menyimpannya di gudang. Itu tetap menjadi milik koperasi, menjadi tabungannya. Ketika membutuhkan, stok tersebut bisa ditarik kembali," jelas Amran.