NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan solusi permanen untuk memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ekosistem ini mencakup sektor hulu hingga hilir, mulai dari pasokan pakan, kemitraan, hingga pengolahan produk.
Langkah ini dirancang guna menjaga ketersediaan pakan, menstabilkan harga, serta memastikan peternak mendapat untung. Solusi tersebut dibahas dalam pertemuan bersama perwakilan peternak, koperasi, dan asosiasi di Jakarta.
Pemerintah ingin membangun sistem terintegrasi. Hal ini ditujukan agar peternak tidak lagi menghadapi kelangkaan dan lonjakan harga pakan, terutama pada periode kritis September-Desember.
"Rapat hari ini adalah kita menghasilkan beberapa kebijakan dan insyaallah menjadi solusi permanen. Arahan Bapak Presiden, dengarkan suara rakyat, dengarkan suara peternak dan petani Indonesia. Buat regulasi yang menguntungkan, yang berpihak pada mereka," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Kunci utamanya adalah membangun ekosistem peternakan yang saling terhubung. Peternak nantinya turut membina petani jagung sebagai pemasok dan sekaligus menjadi penyerap hasil panen.
"Yang pertama adalah kita membangun ekosistem yang sehat. Dari hulu sampai hilir harus kita jaga. Kita bangun sistem yang bagus," tegasnya.
Pada sisi hulu, Kementan menyiapkan bantuan benih jagung gratis untuk 20.000 hektare lahan hingga Desember 2026. Program ini bertujuan memperkuat kemitraan agar bahan baku pakan terpenuhi dari produksi dalam negeri.
"Peternak punya binaan, binaan petani jagung. Kementerian Pertanian memberikan sampai Desember 20.000 hektare benih jagung gratis. Setelah ditanam, peternak yang menjadi pembeli. Kalau terjadi kelebihan pasokan, yang menjadi offtaker adalah Bulog," kata Amran.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah mengalokasikan 20 unit traktor pada tahap awal. Bantuan alat mesin pertanian ini dapat terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Amran juga meminta Bulog menjaga ketersediaan stok jagung pada bulan-bulan kritis. Pemerintah menargetkan ketersediaan stok mencapai 250.000 ton agar kebutuhan peternak tetap terpenuhi.
"Ini dijaga. Stoknya kita minta 250.000 ton pada bulan-bulan kritis," ujarnya.
Pemerintah juga memperkuat mekanisme resi gudang untuk mengatasi keterbatasan modal koperasi maupun peternak. Jika peternak belum mampu membeli seluruh panen, Bulog akan membeli dan menyimpannya.
"Misalnya, peternak sudah membeli sebagian hasil panen, tetapi masih ada yang belum terbeli karena modal terbatas. Bulog yang membeli dan menyimpannya di gudang. Itu tetap menjadi milik koperasi, menjadi tabungannya. Ketika membutuhkan, stok tersebut bisa ditarik kembali," jelas Amran.
Mekanisme ini memungkinkan hasil panen tetap terserap secara optimal. Peternak pun memiliki cadangan pakan saat harga jagung di pasaran sedang melambung tinggi.
Pada sisi hilir, pemerintah mendorong penyerapan telur lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tingkat konsumsi telur diupayakan naik menjadi tiga kali seminggu untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.
Selain itu, ketersediaan bahan baku pakan berupa soybean meal (SBM) turut diupayakan penyediaannya lewat ID FOOD. Pasokan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi karena disalurkan langsung kepada peternak dengan harga terjangkau.
"Selama kami sehat, kami berada di sisi petani. Tidak akan saya biarkan peternak jalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin. Itu perintah Bapak Presiden: jaga mereka, lindungi mereka, beri kesempatan peternak untung, pasti dia berproduksi," tegasnya.
Amran meminta seluruh asosiasi dan koperasi ikut mengawal pelaksanaan ekosistem baru ini. Pemerintah berkomitmen terus memperbaiki regulasi untuk memastikan rantai usaha peternakan berjalan sehat.
"Intinya kita bangun ekosistem. Ekosistem ini adalah solusi permanen," pungkasnya.